A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

info pribadi

Blog ini adalah milik Baba Barus.

email : bbarus@ipb.ac.id; bababarus@yahoo.com.

Pendidikan bergelar :

S1 Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, IPB (1985);

S2 Engineering Geology and Geomorphology Applied, ITC, Enschede, Holland (1993),

S3 GIS/Geography, Faculty of Environment, University of Portsmouth, UK (2003)

 

Pendidikan tingkat diploma :

Natural Hazard, ITC, Holland (1987);

Disaster Risk Management, Jaxa, Japan (2009)

Pekerjaan

Penulis saat ini bekerja di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB. Selain itu juga bekerja di Pusat Pengkajian dan Perencanaan Pengembangan Wilayah, IPB.  Disela waktunya penulis juga aktif di Pusat Studi Biofarmaka dan Pusat Studi Bencana, IPB

Di pendidikan saat ini penulis adalah Koordinator pendidikan pasca sarjana PS Mitigasi Bencana Kerusakan Lahan, dan di manajemen sebagai Sekretaris Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya lahan, dan sebagai Direktur Riset dan Pelatihan di P4W LPPM IPB.

Sebagai pengajar di IPB, mempunyai beberapa mata kuliah sebagai pengampu yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Manajemen Risiko Bencana (MRB), Sumberdaya Fisik WIlayah dan Perencanaan Penggunaan Tanah, Pemodelan Geospasial, dan Topik khusus Geoinformatika.  Mata kuliah SIG, diberikan pada tingkat sarjana dan pasca sarjana, sedangkan mata kuliah MRB, Sumberdaya daya Fisik Wilayah dan Perencanaan penggunaan Tanah, dan Pemodelan Geospasial diberikan pada pendidikan Pasca Sarjana secara umum, sedangkan topik Geoinformatika hanya diberikan ke pendidikan pasca sarjana ilmu komputer.  Selain sebagai pengampu, mata penulis juga turut serta mengasuh mata kuliah Geomorfologi dan Analisis Lansekap, Agraria dan Pemetaan Kadaster di pendidikan S1; dan Database dan Pemetaan (S2).

Riset utama

Riset utama yang dilakukan terkait dengan pemetaan lahan dan komoditas, kajian risiko kebencanaan, perencanaan penggunaan lahan dan penataan ruang

 

Beberapa buku yang sudah dipublikasi adalah

1. Sistem Informasi Geografis: Sarana Manajemen Sumberdaya  (2000, bersama dengan U.S Wiradisastra, dan saat sedang direvisi)

2. Kamus Sistem Informasi Geografi : dengan 128 diagram (2005)

3. Berbagai diktat dan penuntun praktikum khususnya terkait dengan penginderaan jauh, kartografi, GIS dan database spasial

Penulis juga ikut dalam penyusunan peraturan perundangan antara UU pertanian pangan berkelanjutan, PP sistem informasi lahan pertanian pangan, draft PP pengelolaan lahan gambut, dan beberapa kepmen di beberapa kementrian dan berbagai pedoman teknis.

 

Beberapa pekerjaan yang berkesan :

1. Posisi sebagai anggota tim ahli selama beberapa tahun di PT Cipta Futura Perkebunan di Sumsel. Pengalaman menarik terkait dengan berurusan dengan birokrasi pemerintahan dalam mengurus perijinan dan juga pengalaman dalam praktek pengelolaan kebun khususnya dalam kaitan dengan pertanian cermat (precission farming)

2. Kesertaan di PT PPA sebagai tim ahli dalam pekerjaan konsultasi khususnya pertanahan. Pelajaran di perusahaan ini adalah setiap keberhasilan berusaha sangat terkait dengan keberlangsungan perusahaan. Persentasi usaha yang diharapkan berhasil hanyalah 10 %, yang berarti kalau 100 proposal diusulkan maka dengan 10 saja berhasil maka sudah selamat perusahaan.

3. Keikutsertaan penyusunan beberapa produk perundangan di beberapa departemen (Kementan, KLH). Ego sektoral sangat menonjol dalam setiap diskusi dan sering hasilnya adalah kompromi yang sebenarnya kurang ideal dalam memecahkan masalah publik. Seharusnya peran level lebih tinggi yang melihat substansi diperlukan; tetapi dalam hal ini sering tidak ada.

4. keikutsertaan dalam membuat keputusan pemenang kompetisi publik, yang melibatkan banyak pihak, dan memerlukan argumen spesifik. Jika tidak didukung dengan argumen kuat maka kecenderungan yang terjadi adalah kompromi dan diambil jalan tengah.