A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Penyusunan Sistem Informasi Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Bogor (Development of Information System for Sustainable Agricultural Food Land at Bogor District)

Oleh:  Baba Barus, Julio Adisantoso, Khursatul Munibah, Dyah R. Panuju, D. Ita Mardiyaningsih, Nina Widiana dan Suci.  Kerjasama PSP3, LPPM IPB dengan Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kab Bogor. September – Desember 2013

Ringkasan (Summary)

Pemerintah Kabupaten Bogor memulai pembuatan sistem informasi pertanian pangan berkelanjutan untuk melindungi sawah di wilayah ini (sesuai pesan UU no 41, 2009 ttg perlindungan LP2B dan PP 25 tahun 2012 ttg sistem informasi LP2B). Setelah melakukan pengkajian perlindungan LP2B tahun 2012, maka ditindaklanjuti dengan pembuatan sistem ini dengan tujuan akan terbentuk data lahan utama sawah yang akan dilindungi secara umum (dari kajian sebelumnya) dan detil (tahun 2013), khususnya pada 2 desa.  Data sawah detil dibuat hingga tingkat persil lahan yang teridentifikasi siapa pemilik, penggarap,   pola penggunaan tanah, produktivitas, dan lain-lain. Data-data kajian tingkat kabupaten dan detil semua disusun dalam sistem database (internal) dan dimasukkan ke dalam sistem informasi berbasis web. Harapannya data-data tertentu dapat diakses oleh publik selain untuk keperluan internal. Dari sistem yang sudah dibuat maka dimasukan data tentang perencanaan ruang, peta sawah, peta LP2B prioritas, peta kawasan P2B, dan peta persil 2 desa (Cikutamahi dan Babakan Raden).

Hal yang penting dicapai pada kajian tahun 2013 adalah proses pemetaan partisipatif untuk pembuatan data persil. Peta persil sawah diinterpretasi melalui citra quickbird, yang dilakukan oleh tim IPB yang dibantu dengan mahasiswa Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan,  dan diverifikasi oleh mahasiswa dan staf UPT pertanian dan para tokoh senior desa. Proses identifikasi pemilikan dan penguasaan membutuhkan data dasar yang jelas tentang posisi, jalan dan berbagai toponimi (gazetter).  Jika data ini sudah baik, maka proses identifikasi mudah dilakukan. Untuk informasi ttg penggunaan masih harus ke lapangan secara langsung. Setelah melihat presentasi hasil kegiatan tahun 2013 dan dianggap baik, maka Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kab Bogor, akan meneruskan pemetaan 10 desa di bogor tahun 2014, dan keterlibatan pihak UPT akan diprioritaskan dan akan dilatih mengggunakan GPS dan membaca peta.

Keyword : information system, land protection, sawah land percil, participatory mapping

peta persil sawah

peta persil sawah

Comments are closed.