A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Karakteristik Kesatuan Hidrologis Gambut Pulau Yard, Kabupaten Mappi, Papua (Characteristics of Hydrological Peat Unit of Yard Island, Mappi Region, Papua)

Oleh Baba Barus,  Ekstraksi dari “Kegiatan Verifikasi Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di Papua”, yang dilakukan pada tanggal 28 Juni – 4 Juli 2013. Tim lengkap terdiri dari kombinasi staf KLH (Aep Purnama), IPB (Baba), BSALH Provinsi (Stevenson, R) dan Kantor LH Mappi (Arung Tandi dan Hamzah)

Rangkuman (Resume)

Verifikasi KHG di Kabupaten Mappi bertujuan melihat hasil interpretasi KHG di daerah Bade hingga Keppi dan Pulau Yard, dengan asumsi adanya karakter khusus KHG yang mempunyai gambut dangkal dengan berbagai kenampakan danau.  KHG ini diinterpretasi dari citra satelit radar dengan dukungan data sekunder seperti peta wetland, peta tanah gambut versi moratorium dan SRTM.  Verifikasi lapangan  KHG tersebut menghasilkan data sebagai berikut :

1.       KHG di Bade perlu diganti total sehingga terbentuk batas KHG baru yang menyusuri  daerah Mur hingga Keppi.  Berdasarkan info dari staf Kantor LH Keppi, rawa di Keppi saat ini ditutup dengan rumput rawa, yang menggantung pada saat hujan, dan akan turun ke dasar minaral pada saat musim kering.  Info penting KHG hasil interpretasu dalam hubungannya dengan hasil interpretasi, maka batas KHG harus diubah karena daerah yang diinterpretasi sebagai kubah di Bade ternyata merupakan daerah dataran berombak-bergelombang dengan elevasi hingga 25 meter. Di bagian pinggir merupakan daerah rawa (tetapi belum membentuk tanah gambut), yang terletak di pinggir Sungai Digul. Daerah yang gelap di citra radar yang tedapat di beberapa lokasi ternyata adalah sungai atau rawa yang merupakan daerah utama sagu. Dalam interpretasi citra radar muncul persepsi daerah kubah lebih tinggi – ternyata adalah daerah lahan kering, yang ditumbuhi dengan tanaman hutan sekunder, perladangan dan lainnya.

2.       KHG di Pulau Yard tetap dipertahankan sebagai KHG dengan membuat penjelasan baru tentang daerah gambut yang terkait dengan potensi terbentuknya gambut. Sampel pengamatan dibuat di daerah pinggir sungai (levee) hingga ke daerah rawa belakang. Pada daerah levee banyak tanaman sagu dan juga daerah pertanian sawah. Sampel di daerah tersebut menunjukkan bahwa gambut di sawah termasuk kategori hemist dengan kedalaman kurang dari 1 meter. Sedangkan sampel selanjut diambil di daerah rawa (backswamp). Di daerah sampel tersebut ditemukan tanaman rumput Kasim yang akar-akarnya sebagian sudah lapuk dan sebagian masih segar bercampur membentuk matriks di atas rawa (rawa belakang) di pulau ini. Dari data beberapa titik dari daerah levee, maka kedalaman akar yang menggantung sehingga menyentuh bahan tanah mineral adalah semakin ke arah tengah rawa belakang adalah semakin dalam. Di daerah tengah KHG Pulau Yard masih ditemukan tubuh air (rawa/danau). Hal ini mengindikasikan gambut masih muda di wilayah KHG ini.  Lambatnya terbentuk gambut di wilayah ini secara keseluruhan salah satunya karena proses terjadinya pasang-surut termasuk tinggi / cepat.

 Kesatuan hidrologis gambut di WIlayah Kabupaten Mappi

pada waktu verifikasi di lapangan, maka diketahui batas beberapa KHG perlu diganti, dan yang bisa tetap adalah di daerah Pulau Yard

Comments are closed.