A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Reforma Agraria dan HGU. Teman seiring kah? (Agrarian Reform and Large Utilization Right. Do these two policies work in line ?)

Oleh:  Satyawan Sunito  (Divisi Kajian Agraria/PSP3 – IPB)dan Baba Barus (P4W, IPB).   Disampaikan pada  International Conference in Regulatory Refom on Indonesian Land Laws for Peoples Welfare. Conducted by Badan Pertanahan Nasional RI and Fakultas Hukum Universitas Indonesia, at Jakarta  11 Desember 2012

 Abstrak

Sejak era reformasi (1998) sudah dinyatakan perlunya pelaksanaan reformasi agraria di Indonesia, dan pemerintahan saat ini (Era presiden SBY) sudah mencadangkan program ini.  Tetapi hingga saat ini pelaksanaannya belum berskala besar. Saat ini ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah makin terasa, dengan makin banyaknya perkebunan skala besar.  Bukti kepemilikan skala besar ditunjukkan dengan adanya sertifikat HGU yang secara teori mempunyai batas waktu, tetapi dalam prakteknya diduga dapat menjadi tidak terbatas. Tulisan ini menunjukkan berbagai kondisi yang menyebabkan hal ini terjadi, yang dimulai dari proses perijinan lokasi hingga terbentuknya HGU (lihat atau unduh bahan presentasi).

Comments are closed.