A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Pengembangan Kriteria Pemenang Menuju Indonesia Hijau (MIH) 2013 (Development of Winning Criteria for Toward Green Indonesia Program, 2013)

Oleh :  Baba Barus, Komarsa G (tim IPB), Antung Deddy, Purwasto, Edy Nugroho, Setyawan WA , Lailia Y, Arief P, Arief K, Farida A, Melania H, Y. Risky, P., Abror Nasova (Tim KLH).  Penyusunan kriteria pemenang dilakukan dalam serangkaian pertemuan  (sejak Januari hingga Maret 2013) dan  akhirnya didiskusikan dengan tim teknis  berbagai kementrian dan lembaga (Menko Kesra, KLH, Kemendagri, Kemenhut, Kemenkeu, KemenKP, KemenPU, Kementan, BIG, Lapan). Mulai bulan april akan diproses penentuan pemenang program MIH

Ringkasan

Sudah 7 tahun dilakukan penentuan kabupaten/kota pemenang program Menuju Indonesia Hijau oleh Kementrian Lingkungan Hidup, dan tahun 2013 dilakukan perubahan kriteria penentuan pemenang. Salah satu hal yang dievaluasi adalah penentuan pemenang berdasarkan kombinasi skor yang berasal dari puluhan kriteria, yang diberlakukan sama untuk semua kabupaten/kota di Indonesia. Tahun 2013, sistem penilaian dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama, penilaian dilakukan secara umum dengan penggunaan data tutupan lahan (dari hasil interpretasi citra satelit) yang dikaitkan dengan daya dukung lahan, dan rencana tata ruang wilayah, dan selanjutnya dikaitkan dengan potensi tingkat kekritisan lahan per daerah aliran sungai; dan tahap kedua dari profil pemerintah daerah dari data fisik penanaman hutan di daerah yang seharusnya berfungsi lindung, manajemen, partisipasi publik, inovasi dan tambahan seperti jumlah bencana di wilayah.   Tahap pertama, data bersifat independen dari KLH, sedangkan kedua dari pihak pemerintah daerah. Kombinasi nilai akan dijadikan menentukan status nilai akhir, yang akan diberikan berbagai tingkat apresiasi seperti piala dan sertifikat.  Semua kabupaten dan kota yang berpartisipasi akan diberikan program pembinaan sesuai dengan capaian.  Selain itu, dalam kompetisi tahun 2013, dilakukan sesuai karakter wilayah seperti wilayah jawa, wilayah sumatra dan kalimantan, kepulauan, papua dan maluku. Dalam hal ini sistem penilaian akan berbeda skor sehingga perbandingan akan dilakukan pada tahap akhir.

Beberapa hal yang masih menjadi kesulitan dalam penilaian adalah jumlah pemenang yang perlu diapresiasi dalam bentuk piala dan lainnya, dan juga tindak lanjut secara riel dari konsekuensi penilaian. Saat ini KemenLH juga belum berhasil memberikan secara formal pembinaan secara formal seperti bintek dan lainnya.  Hal yang penting adalah bahwa kabupaten / kota yang berkinerja buruk juga harus diberikan program peningkatan kapasitas secara riel, dan juga apresiasi yang berprestasi. Sasaran utama MIH adalah supaya  semua indonesia menjadi hijau, sehingga yang berkinerja buruk juga diberikan program, seperti halnya yang berkinerja baik. Sedangkan untuk menjawab pertanyaan dari pihak tertentu terkait dengan prestasi atau unggulan pemenangnya (khususnya anggota dewan pertimbangan seperti Emil Salim, Jamaluddin Rahmat, Aca Sugandi, Rokhmin Dahuri, Hariadi K, dll).  Konsep penilaian sekarang sudah lebih mudah dijelaskan (skor dibagi dua dengan bobot lebih besar di tahap pertama), dibandingkan dengan sistem skor total yang semua sama nilainya.

Comments are closed.