A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Bencana Longsor yang Berulang dan Mitigasi yang Belum Berhasil di Jabodetabek (Repetitive Landslide Disaster and Failure of it’s Mitigation at Jabodetabek, Indonesia)

Oleh :  Baba Barus, Ketua PS Mitigasi Bencana Kerusakan Lahan, Sekolah Pasca Sarjana, IPB. Makalah sebagai Narasumber disampaikan pada  Diskusi Pakar “Bencana Berulang di Jabodetabek: Mitigasi Baniir – Longsor  Jabodetabek Berbasis Penataan Kawasan Berkelaniutan”, 12 Pebruari2013, Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Abstrak

Karakter kejadian longsor yang terjadi di Jabodetabek bervariasi dari tipe yang bersifat jatuh (fall), luncuran (slide) hingga yang pelan.  Daerah longsor yang banyak terjadi antara lain di sepanjang sungai, atau daerah potongan lereng di  pinggir jalan.  Pada saat adanya curah hujan tinggi atau adanya kejadian alami seperti gempa akan memicu munculnya kejadian longsor di daerah tersebut. Lembaga berwenang seperti  Kementrian ESDM sudah menyediakan peta bahaya longsor skala kecil, sedangkan  data detil tentang daerah bahaya belum ada, demikian juga peta risiko. Dengan adanya data tersebut maka prioritas penanganan dan pemantauan longsor diarahkan di daerah risiko tinggi (daerah aktif atau dorman longsor). Sejauh ini pendekatan pengelolaan bencana longsor terpadu ditekankan pada upaya preventif, dan antisipasi peningkatan upaya kuratif perlu dilakukan. Secara teknis detil pencegahan longsor diarahkan sehingga beban massa tanah lebih rendah dari kemampuan menahan massa tanah melalui rekayasa drainase, vegetasi, dll, yang bersifat spesifik lokasi.  Secara ruang, perencanaan ruang diarahkan sesuai dengan daya dukung (kemampuan lahan). Selain itu upaya peningkatan kapasitas melalui sosialisasi hasil pemetaan dan pemantauan harus dilakukan secara priodik (bahan presentasi secara lengkap dilihat atau diunduh)

 

Comments are closed.