A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Koordinasi Perencanaan Ruang dan Izin Pemanfaatan Lahan dalam Upaya Mengatasi Tumpang-tindih untuk Penyelamatan Lahan Sawah (Coordination in Spatial Planning and Utilization Permit to Protect Agricultural Food Land)

Oleh: Baba Barus, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) LPPM IPB; Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Faperta, IPB; Email : bbarus@ipb.ac.id; Bababarus@yahoo.com ;  Sebagai salah satu Narasumber dalam Seminar : Koordinasi Kebijakan Pengelolaan dan Penyediaan Lahan dan Air, IICC, Bogor, 11 Oktober 2012, diselenggarakan oleh  Kemenko Ekonomi

Abstrak

Penyelamatan sawah sebagai salah satu lahan pangan yang penting sudah diamanatkan dalam UU No 41, tahun 2009, tetapi menghadapi banyak hambatan khususnya dalam konversi lahan.  Kejadian konversi lahan sawah terjadi dimulai saat perencanaan pola ruang hingga perizinan pemanfaatan lahan. Makalah ini menyampaikan fakta bahwa banyak konversi lahan terjadi di perencanaan pola ruang wilayah, yang sengaja menjadikan wilayah sawah dijadikan non sawah seperti pemukiman, industri, dll. Kondisi ini masih berulang dalam perencanaan ruang saat ini setelah peraturan penataan ruang versi baru diterbitkan (pada perencanaan pola ruang sebelum UU 26, 2007). Kemudian konversi juga terjadi dalam proses pemberian izin, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kejadian tumpang-tindih banyak terjadi dimulai dari perencanaan, pemanfaaatan, penguasaaan, dan lainnya. Paper ini menyarankan berbagai kebijakan diperlukan untuk menyelamatkan sawah yang dimulai dari perlunya pandangan sawah sebagai kawasan publik, peran semua pihak disertakan dan perencanaan ruang,  alokasi ruang untuk pihak tertentu dengan menghitung kebutuhan para pihak dengan cermat, dan selanjutnya diperlukan proses monev dengan dukungan data yang kuat (lihat dan atau unduh file pdf lengkap)

Kata kunci: LP2B, konversi lahan, pola ruang, perijinan,  kawasan publik dan monev

Comments are closed.