A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Riset Berbasis Data Satelit Penginderaan Jauh untuk mendukung Ketahanan Pangan di Indonesia (Research based remote sensing for supporting of food security in Indonesia)

Oleh : Dr Ernan Rustiadi 1) dan Dr Baba Barus 2)

1) Dekan Fakultas Pertanian IPB Bogor; 2) Staf Dept ITSL IPB dan Ketua Mapin Jabodetabek.  Makalah Utama disampaikan di “Pertemuan Pemangku Kepentingan dalam Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Pertanian dan Ketahanan Pangan di Indonesia”, Bogor 04 Juni 2012 diselenggarakan LAPAN

I.      Pendahuluan

Komoditas pertanian masih menempati peran sangat besar di hampir semua kabupaten di Indonesia, yang tercemin dalam besarnya kontribusi PDRB pertanian. Saat ini disadari ada komoditas yang bersifat strategis antara lain tanaman pangan khususnya padi, dan tanaman perkebunan khususnya kelapa sawit, dan tanaman lainnya yang bersifat spesifik lokasi.  Saat ini semua komoditas yang dianggap strategis tersebut menghadapi masalah yang memerlukan solusi.

Masalah yang utama tanaman padi adalah adanya konversi lahan sawah yang dianggap dapat menimbulkan rawan pangan , sedangkan masalah tanaman kelapa sawit adalah adanya dugaan gangguan lingkungan. Saat ini di Jawa banyak lahan sawah yang terancam terkonversi ke penggunaan lain seperti pemukiman atau ke hutan industri, sedangkan di luar jawa, sebagian sawah dikonversi ke perkebunan kelapa sawit.  Konversi ini sebagian terjadi karena adanya perbedaan nilai ekonomi dari usaha sawah dibandingkan dengan usaha lain; atau karena disengaja oleh kebijakan pemerintah.

Kementrian Pertanian saat ini sudah mempunyai kebijakan untuk melindungi lahan sawah (dan lainnya) seperti menerbitkan UU No 41, tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan dan peraturan lainnya. Melalui peraturan ini diharapkan semua pemerintahan daerah kabupaten akan membuat kebijakan operasional untuk melindungi lahan sawah atau lahan pangan lainnya.  Selain itu pemerintah juga sedang berusaha membuat data yang benar seperti membuat program pemetaan sawah baku dengan menggunakan citra satelit untuk mendukung upaya perlindungan  lahan tersebut.

Berbagai riset dan praktek penggunaan berbagai tipe citra sudah dilakukan dalam upaya mengenali lahan sawah. Secara operasional dalam skala besar penginderaan jauh sudah resolusi tinggi seperti Quickbird atau Ikonos sudah dimanfaatkan dalam pemetaan sawah baku di Pulau Jawa (2010) dan luar Jawa (2011) dan riset multi-sensor dan multi-flatform untuk keperluan pemetaan dan pemantauan sawah hingga level persil (penelitian sedang berjalan, 2012); dan juga kemungkinan memprediksi produksi dengan baik dan menjadikannya sebagai bagian sistem informasi.  Makalah ini akan menguraikan tentang berbagai  perkembangan riset inderaja ke pangan atau sawah khususnya di Fakultas Pertanian IPB, dan harapan ke depan (makalah lengkap Pdf, dilihat/diunduh)

Comments are closed.