A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Sebaran Kebun Kelapa Sawit Aktual dan Pengembangannya di Lahan Bergambut di Pulau Sumatera (Distribution of Actual Oil Palm Crop and its Future Development in Peaty Soil at Sumatra Island)

Oleh :  B. Barus 1,2, Diar Shiddiq 1,2, L.S. Iman2 , B. H. Trisasongko 1,2, Komarsa, G1, dan R. Kusumo1; 1) Staf Bagian Inderaja dan Informasi Spasial, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB;  2) Peneliti Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, LPPM, IPB;  Presented in National Seminar Sustainable Peat Land Management in the Agricultural Land Resources Agency (ALRA), Bogor, May 4, 2012

 Abstrak

Di Indonesia, penyebaran kelapa sawit terbesar ada di Sumatera (4.819.494 Ha), dan sebagian terletak di daerah lahan bergambut. Selain itu ada juga kecenderungan investor ingin mengembangkan kelapa sawit di daerah bergambut. Kementerian Lingkungan Hidup menyarankan supaya pengembangan kelapa sawit diarahkan ke luar wilayah kubah gambut, karena wilayah tersebut mempunyai fungsi lindung. Makalah ini mengkaji kondisi sawit aktual dan potensi pengembangan ke depan dari sisi perizinan yang sudah ada, dan kemungkinan gangguan ke lingkungan dengan menggunakan sarana inderaja dan SIG. Hasil analisis menunjukkan sebaran sawit aktual yang berada di kubah gambut relatif lebih sedikit, tetapi lebih banyak di luar kubah gambut dan dari data perizinan pengembangan sawit yang diberikan maka ada potensi wilayah kubah gambut juga akan dikembangkan.  Secara keseluruhan hal ini akan membahayakan lingkungan dan pembangunan. (Poster pdf dapat dilihat atau unduh atau makalah lengkap sedang diproses publikasi oleh lembaga penyelenggara).

Kata kunci: kelapa sawit, kubah gambut, perizinan, SIG, inderaja

Abstract

Sumatera island is the largest oil palm deployment in Indonesia, its about 4,819,494 Ha, and partially located in peat areas. There was also a tendency for investors to develop oil palm in peat areas. The Ministry of Environment of Indonesia suggests that palm oil development is directed out of peat dome, because it has function for protection areas. This paper examines the actual condition of oil palm nowadays and the potential future development of oil palm based on the existing consession, and possible enviromental damage by using remote sensing and GIS. The result shows that the actual distribution of oil palm in the peat dome is less number, but the tendency of oil palm plantations are outside the peat dome, and based on provided consession for oil palm development, the future development of oil palm may reach all of peat dome. This will endanger for environment and development (the poster can be download while the complete paper will be published sooner in particular journal at the ALRA).

Keywords: oil palm, peat dome, consession, GIS, remote sensing.

Comments are closed.