A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Pengembangan Peta Risiko Kebakaran untuk Revisi Rencana Ruang Kota Banjarmasin, Kalsel (Development of Fire Risk Map for Revision of Spatial Planning of Banjarmasin City, South Kalimantan)

Oleh: Baba Barus, Setiahadi, Omo Rusdiana, Reni Kusumo dan Zulfikar

Center for Regional Policy Study and Development Planning (Crespent), IPB Bogor  (the research project was conducted in 1998 to revise city spatial planning, and one good example of using ‘disaster’ data to help revising the city spatial planning). The complete report can be asked to The Planning Board of Banjarmasin City)

 Abstrak

Kota Banjarmasin merupakan kota sungai tetapi selama beberapa tahun terakhir (2005-2008) mengalami berbagai masalah yang terkait dengan isu banjir, kebakaran, dan lain-lain. Disadari sebagian kondisi ini bersumber dari sistem pembangunan yang tidak berbasis kondisi lokal yang didominasi oleh lingkungan rawa pasang surut, yang ditandai dengan mulai terganggunya fungsi sistem drainase dan sungai untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu pemerintah kota ingin memulai dari perbaikan rencana ruang. Dalam perbaikan ruang ini salah satu komponen yang perlu masuk adalah bencana kebakaran, yang semakin rutin muncul.  Di kota ini muncul badan penanggulangan kebakaran (BPK) berbasis komunitas yang menyebar di hampir semua pemukiman, dan juga dijadikan komponen penting dalam pembuatan dan pengembangan peta risiko kebakaran.

Peta risiko kebakaran yang dibuat menggabungkan komponen bahaya kebakaran (dengan parameter utama adalah tutupan lahan), kerentanan (tipe bangunan dan pola ruang pemukiman), eksposur (nilai relatif objek) dan kapasitas penanggulangan (kerapatan jalan, sungai dan jumlah BPK). Semua parameter yang dipakai dikuantifikasi dengan skor dan bobot tertentu, dan dilakukan pengolahan dengan pendekatan MCE (Multicriteria Evaluation) dan diterapkan dalam SIG. Peta-peta ini kemudian diintegrasikan dalam perbaikan (revisi) perencanaan ruang wilayah kota. Lokasi yang mempunyai bahaya kebakaran tinggi diprioritaskan supaya pengelolaan airnya lebih diatur, misalnya menjadikannya sebagai daerah hijau, mengingat untuk menanggulangi kebakaran diperlukan air, yang umumnya berada di saluran drainase atau sungai.

Kata kunci: bahaya, risiko kebakaran, kota banjarmasin, multikriteria, SIG

 

Comments are closed.