IPB Badge

Recent Comments

February 2012
S M T W T F S
« Dec   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
26272829  

statistic counter

free counters

Pemanfaatan Ruang Daerah Gambut untuk Perkebunan Kelapa Sawit di Provinsi Riau dan Kalimantan Tengah

Oleh :  B. Barus 1,2, K. Gandasasmita1, B. H. Trisasongko 1,2, Diar Shiddiq 1,2, L.S. Iman2, dan R. Kusumo1

1) Staf Bagian Inderaja dan Informasi Spasial, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, IPB;   2) Staf di Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, LPPM, IPB

Email : Bababarus@yahoo.com; no hp: 081393600745; Fax:0251-8359072

 Dipresentasikan di Seminar PIT Mapin V, Undip 2011

Abstrak

Daerah perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini relatif besar (sekitar 8 juta Ha) dan masih berpotensi akan berkembang seiring dengan besarnya permintaan pasar pada hasil dari perkebunan tersebut atau turunannya.  Perkembangan kebun sawit ini juga masuk ke daerah kawasan gambut yang dianggap sebagian kalangan tidak baik karena merusak lingkungan. Larangan untuk pengembangan untuk kelapa sawit khususnya di daerah gambut adalah di daerah gambut yang berkedalaman diatas 3 meter atau ada juga menganggap larangan khususnya di daerah sekitar kubah gambut. Daerah gambut yang relatif besar di Indonesia diantaranya adalah provinsi Riau dan Kalimantan Tengah, yang juga merupakan daerah sasaran pengembangan sawit. Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika kebun sawit baik aktual maupun rencana pengembangan di kedua provinsi tersebut dan secara khusus evaluasi kebun di daerah kubah gambut dengan menggunakan teknologi citra satelit dan SIG. Analisis dilakukan dengan evaluasi multikriteria untuk melihat karakter daerah yang berpotensi merusak lingkungan dan kemungkinan konflik. Hasil analisis menunjukkan adanya pola berbeda untuk kebun sawit aktual di kedua provinsi dan juga rencana penembangan. Di Riau, dominan sawit aktual berada di daerah kering, sedangkan kebun sawit di daerah gambut dominan berada luar daerah kubah gambut. Rencana di pengembangan sudah terbatas di semua wilayah. Sedangkan di Kalteng, aktual kebun sawit juga dominan di lahan kering, tetapi rencana dominan di lahan gambut, yang masuh di daerah kubah. Selain itu karakter status kawasan dan pengusahaan juga relatif berbeda, yaitu dominannya kawasan kehutanan di Kalteng dibandingkan dengan kawasan di Riau. Secara diperbandingkan, pengusahaan kebun sawit, maka kepemilikan swasta di Riau lebih kecil dibandingkan dengan kepemilikan kebun sawit swasta di Kalteng. Akibat perbedaan kondisi lingkungan, aktual dan rencana pengembangan, status penguasaan dan pengusahaan yang berbeda, maka karakter pemanfaatan ruangnya juga berbeda dan kemungkinan kerusakan lingkungan dan potensi juga berbeda.

Kata kunci:  pemanfaatan ruang, kebun sawit, kubah gambut, evaluasi multikriteria, potensi kerusakan

 

Comments are closed.